Tak Berkategori

SURAT CINTA UNTUK FATIMAH: Sudahkah Kamu Memesona Hari Ini, Ndug?

Sometimes you will never know the value of a moment

until it becomes a memory

-anonim-

cover judul

Ya. Surat ini benar-benar saya tulis untuk fatimah. Adek perempuan semata wayang saya setelah adek pertama saya meninggal dunia 3 tahun yang laluNantinya, surat ini bakal dibaca dirimu ndug (red: anak perempuan dalam bahasa jawa). Mbak Ayu (panggilan sayang Fatimah ke saya). Meskipun bukan apa-apa. Semoga surat ini menandakan kasih sayang saya ke Fatimah.

Harapan panjangnya, semoga surat ini bisa menjadi pemberat amal mbak Ayu di surga kelak. πŸ™‚

Assalamualaykum sayang,

semoga selalu tercurahkan salam dan kebarokahan untukmu. Dan Alloh selalu melindungi tiap langkahmu. πŸ™‚

Fatimah sayang, ketika kamu di dalam kandungan ibu. Betapa bahagianya hati mas alfian, mas naafiul mendengar bahwa kami akan punya adek kembali.. masyaAlloh. Haru dan bahagia membuncah tiap kali saya dan mas Al yang notabene sudah bisa dibilang berumur cukup dewasa kala itu 17 tahun mendengar bahwa kami akan memiliki seorang adek kembali. Surprisse? Banget lah. Mas naafi (alm) kala itu juga terlalu lebay bin over (hahaha) ketika menunjukkan rasa bahagianya. Mbak ayu masi ingat ketika mas Cam (panggilan sayangmu untuk almarhum) teriak-teriak sampai keluar rumah sambil bilang:

“akuu duwe adek, akuu duwe adek” (arti: aku punya adek. nada seperti lagu-nya AREMA singo Edan)

Ndug, tahukah kamu? Kebahagian itu sedikit berkurang dan dengan cepatnya diganti kesedihan karena ternyata ibu masih mengidap atau positif virus toxoplasma. Kala itu dokter kandungan ibu mendiagnosa bermacam spekulasi bahwa kamu akan gagal untuk hidup dan lahir di dunia. Ini yang perlu kamu tahu dear. Ibu dan bapak memutuskan untuk terus memperjuangkanmu di dalam rahim sana, meskipun dokter tetap memberi pilihan agar kamu digugurkan sebelum terlambat dan menyesal. Waktu itu mungkin pembicaraan TORCH tak segencar saat ini. Ibu dan bapak yang hanya lulusan SD belum tahu akan bahaya dan dampak TORCH bagi masa depan anak-anak. Ibu dan bapak hanya berbekal keyakinan dan berbaik sangka bahwa Alloh akan menolong mereka. Ya! Beliau berdua yakin takdir Alloh itu kebahagiaan. Apapun hasilnya kelak itu hal yang patut disyukuri. Apapun hasilnya mereka berdua dengan ikhlas akan tetap merawatmu. 8 bulan lebih satu minggu, mbak ayu masih ingat ketika ibu melakukan screening dan tes kesehatan yang waktu itu mbak ayu ga tahu namanya apa aja. Ibu keluar dengan menangis, tangisan kebahagian. Bahwa virus TORCH ibu negatif. Dokter juga heran. ah.. Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimusholihat.. akhirnya setelahnya kamu lahir di dunia tanggal 2 mei 2006 silam. MasyaAlloh. Normal tanpa kurang satu apapun. Ingat hal itu ndug.. kamu lahir karena takdir Alloh dan kebaikan hati dan bapak memperjuangkanmu…betapa #Memesona kan hati ibu dan bapak?

Gendug-ku… Kasih sayang tulus dari orang tua kita menjadikan kamu tumbuh menjadi anak yang sehat tanpa kurang suatu apapun. Semenjak kecil. Kamu sangat pendiam dan memang lambat untuk bisa mengeja dan babling seperti teman-teman kecilmu kala itu. Tapi sungguh, hidupmu waktu kecil sangat bahagia karena adanya mas Naafiul yang selalu menemanimu bermain dan bercanda. Menjadi musuh utamamu sekaligus sahabat terbaikmu. Dan selalu Mbak Ayu menjadi penengah diantara kalian berdua ketika bertengkar.. Ah kadang kamu berubah 100%. yah ga mau sama kita lagi kalau misal mas Alfian pulang dari Jakarta dan membawa eskrim banyaak.. kamu mengkhianatiku (berlagak marah >,<)

Waktu terus bergulir. Kamu bakalan TK!! bahasa cadel dan lucu pun sering mbak ayu rekam dan kamu satu-satunya manusia yang mesti nangis kalo kita merekam tingkah comelmu itu. Aiih…

Hingga tak disangka mas Naafiul lebih dulu meninggalkan kita dalam jangka waktu umur yang sangat muda. 12 tahun. Mas Naafiul lebih disayang Alloh sepertinya. Ketika itu betapa kamu yang masih TK selalu tanya ke mbak Ayu berulang kali.

β€œMbak Ayuu, mas Cam kemana? Mas Cam sama Alloh?”

β€œIbuk jahat! Kok mas Cam dibawa ke rumah sakit ga pernah pulang”

Innalillahi, kepolosanmu menjadikan mbak Ayu makin berurai air mata. Apalagi ketika salah satu guru TK-mu merobek foto mas Cam di depan teman-temanmu karena kamu membuat karya yang katanya tidak sesuai topik di kelas! (Okeh buat guru TK itu kalo kamu baca ini? Gara-gara kelakuanmu adekku TRAUMA dan KRISIS KEPERCAYAAN ke orang lain, saya memang ga tahu ilmu pendidikan tapi saya setidaknya paham bagaimana kondisi psikologis anak umur 5 tahun yang habis berduka??)

Gendug, maafkan mbak Ayu karena berduka terlalu berlebihan. Hingga kamu sendirian ketika mas Cam sudah tidak bersama kita lagi, karena mbak Ayu yang lebih fokus kuliah untuk menghilangkan kesedihan. Hingga kamu terlantar… hingga saat ini pun mbak Ayu tidak berbuat adil. Dahulu mbak Ayu rajin ke perpustakaan kota bareng mas Cam. Sampai kamu memasuki SD pun, mbak Ayu sama sekali ga pernah ngajak kamu ke sana. Karena ada kenangan bareng mas Cam disana T.T

Hari ini, lambat laun kamu semakin cantik dan dewasa, masa-masa menjelang baligh, masa-masa remaja. Ada kekhawatiran berlebih ketika nanti kamu bakal jadi anak SMP.

Apakah kamu bakal berubah? Apakah kamu bakal tetap menjadi adek yang polos dan penyayang?

Apakah kamu bakal menjadi perempuan soleha kelak?

Apakah kamu bakal memepertahankan hafalan Alquranmu?

Apakah kamu bakal terus curhat-curhat kecil seperti sekarang? Tentang teman-temanmu? Hobi memasakmu? Ketidakberdayaanmu soal pelajaran matematika? Kesukaanmu terhadap SAINS? Hobi renangmu?

Apakah kamu bakal masih sering bercanda dan guyon bareng mbak Ayu kalo kamu udah punya lebih banyak teman?

Apa entar kamu bakal ketemu dan jatuh cinta ke cowok dan cerita ke mbak Ayu?

Ndug, apa kamu…..

Ah, mbak ayu tak sanggup melanjutkannya. Takut kamu bakal menjauh karena proteksi mbak ayu. Takut karena mungkin kamu bakal berubah. Takut ndug… Takut mbak ayu tidak bisa memahami duniamu kelak yang bakal berbeda ketika mba ayu remaja dulu

Iya, mbak ayu terlalu khawatir ndug..

khawatir yang berlebihan kah? IYA. Karena mbak ayu tahu kondisi saat ini. Dan kamu perempuan!

Fatimah sayang,

Sudahkah Kamu Memesona Hari Ini, Ndug?

Jika nantinya mbak ayu pergi dahulu.. mbak Ayu hanya ingin mewasiatkan apa yang pernah ibunda sampaikan. Simple tapi bermakna! Tiap pagi, ketika sehabis sholat subuh. Ketika dzikir pagi sudah terlantun. Tersenyumlah maka hatimu pun akan tersenyum :). karena senyum itu poros hati untuk berbuat kebaikan hari itu. Malam harinya, timbang dan reka diri kita. Muhasabah. Instropeksi diri mah bahasa kerennya. Hari ini tergantung apa yang kamu niatkan pagi hari dan apa yang telah kamu lakukan instropeksi malam hari. Perbaiki lagi esok hari!.. mbak ayu yakin #MemesonaItu menjadi lebih bermakna tiap hari. #MemesonaItu INSTROPEKSI DIRI. Kalau gendug melakukan kesalahan, minta maaflah.. bertaubatlah ndug.. kalo gendug jauh dari Tuhan, dekati ndug.. lari dan lebih dekati.. Kalau gendug mengecewakan bapak, instropeksi diri ndug.. bapak dulu berjuang demi kehidupanmu. Kalau kamu berbeda pendapat dengan orang lain nantinya. Tetap jaga lisan kita, jangan sampai menyakiti hati mereka dengan lisan dalam hal persoalan politik maupun pandangan hidup. Eling (ingat dalam bahasa jawa) ndug instropeksi! Muhasabah bahwa lisan kita juga akan dihisab di akhirat kelak.

Ndug, eling-eling nggih…(nak, ingat ya)

Dunia lambat laun semakin kejam (katanya..)

Layaknya Ibu.. mbak Ayu hanya ingin memberi pengingat.. genggam erat ndug, genggam seterusnya meskipun itu seperti memegang bara api. Selalu instropeksi dengan kebenaran dengan apa yang kita yakini sekarang. Instropeksi dengan lantunan ayat yang tiap maghrib kamu hafalkan.

Ndug, eling-eling nggih

#MemesonaItu instropeksi diri kita setiap saat. Setiap waktu. Karena kita tidak tahu kapan kita dipanggil Gusti Pengeran. (jawa: Tuhan Yang Maha Esa) Maka sebelum dihisab di sana. Kita mulai instropeksi diri kita setiap hari. Perbaiki esok hari dan seterusnya. Itulah pesan mba Ayu agar dirimu kelak tampil memesona di kala sedih dan bahagia. πŸ™‚

Ndug,

mbak ayu sayang kamu ndug..

sayang kamu karena Alloh

cukup karena Gusti Pengeran..

Salam Rindu untuk Fatimah yang jauh 200 kilometer di sana…

Tulisan ini diikut sertakan dalam lomba blog #MemesonaItu

#MemesonaItu

#MemesonaItu

Iklan

7 thoughts on “SURAT CINTA UNTUK FATIMAH: Sudahkah Kamu Memesona Hari Ini, Ndug?”

    1. Iya mbk dina. Makasi ya sdh berkunjung 😍😍 terima kasi sdh mnginspirasi

      Iya mbak.. Kebawa loh sama adekku sampe skr.. Mesti banding2kan guru TK sma di SDnya.. Dan klo kenal pertama kali sm org bakal defense duluan mba 😱😒

      Suka

  1. Genduk ini adik mb Ayu ya? Kirain nama panggilanmu Mbak Karin, mbak πŸ˜€ Semoga semua trauma itu bisa sembuh diganti dengan hal2 lain yg lebih membuncah sekarang ya. Sendu banget ‘surat’ nya mbak. Jadi ngerasain gmn rasanya punya adek perempuan yg jauh umurnya asama kita ya, jd kayak lbh posesif πŸ™‚ Doa terbaik untuk semuanya ya

    Disukai oleh 1 orang

  2. Dapat info lain lagi di sini. Tadi sok tahu, mba Ayu nama panggilannya Rina, eh…., ternyata Karin.
    Tulisan yang sungguh indah, mba. Semoga trauma adiknya mba Ayu bisa segera sembuh.
    Btw, dapat juara kan, mba?

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s